m. arif am
Drs. M. ARIF AM, M.A.
STAI Miftahul 'Ula Nglawak Kertosono

       Lembaga pendidikan adalah suatu lembaga yang bertujuan untuk mencerdaskan kehidupan bangsa. Selain dari pada itu, tujuan pendidikan adalah mencetak generasi yang siap untuk dipakai guna bekal kehidupan di masyarakat.
      Tapi, sekarang ini kita dihadapkan pada masalah di mana suatu lulusan lembaga pendidikan formal belum sesuai dengan kebutuhan masyarakat atau dengan kata lain “belum siap pakai”. Atas dasar itu di satu pihak selalu kekurangan tenaga terampil, di pihak lain jumlah lulusan bertumpuk dan jumlah pengangguran setiap tahun bertambah.
    
Salah satu upaya dalam dunia pendidikan untuk mengatasi masalah tersebut yaitu dengan asas pendidikan seumur hidup atau lebih di kenal dengan istilah life long education.
Maka dari itu, pada makalah ini penulis mengambil judul “Pendidikan Seumur Hidup”, karena memandang betapa pentingnya asas ini bagi kehidupan manusia.
a.    Pengertian
1.    Pada tahun 1970 Paul Lengrand menerbitkan buku berjudul an introduction to life long education.
Berdasarkan konsep buku tersebut pada tahun 1971 UNESCO membentuk komisi Internasional tentang pengembangan Pendidikan di Ketuai oleh Edgar Paure (bekas Menteri pendidikan dan Perdana Menteri Perancis). Konsep pokok yang direkomendasikan oleh Komisi Faure dalam laporannya berjudul : learning to be yaitu kebijaksanaan pendidikan di masa-masa mendatang hendaknya didasarkan kepada asas pendidikan seumur hidup.
2.    Ahli-ahli pendidikan menggunakan istilah adult educatin dan out of school education.
Istilah Adult Education berbeda dengan konsep pendidikan seumur hidup sebab :
a.    Istilah tersebut  menunjuk pada suatu bentuk pendidikan padahal pendidikan seumur hidup merupakan asas pendidikan.
b.    Istilah tersebut mencerminkan bahwa pendidikan itu bersifat terminal. Di samping itu adult education menunjukkan program pendidikan bagi orang dewasa yang bersifat remedial dan terutama bagi yang buta huruf dan kurang kesempatan memperoleh pendidikan.
c.    Istilah “Out of School Education” menunjukkan  suatu bentuk program pendidikan di luar sistem pendidikan formal yang bercorak vokasional dan ditujukan kepada para pemuda. Maka istilah tersebut tidak sama dengan pendidikan seumur hidup.
3.    Dalam kepustakaan digunakan istilah-istilah : continuing education, education permenente, futher education dan regur rent education.
Tahun 1960 UNESCO mengadakan  konferensi di Montreal tentang adult education. Hasil konferensi belum ada kesepakatan tentang negara menggunakan istilah futher education.

Istilah-istilah continuing education,  education permente dan futher education digunakan untuk menunjukkan bahwa proses pendidikan itu terus berlangsung sesudah seseorang menyelesaikan program pendidikan formal di sekolah. Jadi istilah tersebut tidak tepat menunjuk konsep pendidikan seumur hidup tetapi hanya menggambarkan proses pendidikan setelah seseorang menyelesaikan pendidikan formalnya. Sedangkan pendidikan seumur hidup itu mencakup ruang lingkup yang lebih luas yaitu mencakup pendidikan formal, nom formal dan informal dibandingkan dengan ketiga istilah tersebut di atas.
4.    Olap Falme menteri pendidikan Swedia dalam konferensi menteri-menteri pendidikan tahun 1960 se Eropa keenam di Versailles, istilah recurrent education oleh Olaf Falme  digunakan untuk menunjuk keseluruhan proses pendidikan yang terjadi setelah seseorang mengakhiri pendidikan formalnya.
Di Australia akhir-akhir ini pengertian recurent education  dipakai sebagai pelengkap terhadap istilah continuing education. Istilah itu menunjuk program pendidikan yang  bersifat vikasional dan secara formal accredited.
Jadi istilah recurrent education tidak sama dengan konsep pendidikan seumur hidup, baik isi maupun luasnya.
Dari beberapa istilah tersebut di atas dapatlah kiranya ditarik suatu kesimpulan :
a.    Konsep pendidikan seumur hidup (Life Long Education) tidak diganti  dengan beberapa istilah di muka secara memuaskan.
b.    Pendidikan seumur hidup itu suatu asas bahwa proses pendidikan itu kontinu sejak manusia itu dilahirkan sampai akhir hayatnya.
c.    Proses pendidikan seumur hidup mencakup bentuk-bentuk secara informal dan formal yang berlangsung di keluarga, sekolah, tempat pekerjaan dan di kehidupan masyarakat.
d.    Konsep pendidikan seumur hidup lebih lengkap bila dirumuskan dengan life long intergrated education.

b.    Dasar Pikiran Pendidikan Seumur Hidup
Ada beberapa cara untuk meninjau dasar pikiran mengenai pendidikan seumur hidup. Diantaranya akan kita lihat berikut ini :
1.    Tinjauan Idiologis
      Semua manusia dilahirkan sama dan mempunyai hak yang sama, khususnya hak untuk memperoleh pendidikan dan meningkatkan pengetahuannya serta keterampilannya. Pendidikan seumur hidup memberi peluang besar bagi setiap individu mengembangkan potensinya dalam kehidupannya.
Menjadi kewajiban bagi penguasa atau tokoh-tokoh pemuka masyarakat menyelamatkan rakyat dari bahaya kebodohan dan kemelaratan.
2.    Tinjauan Ekonomis
      Salah satu cara keluar dari lingkaran setan antara kebodohan dan kemelaratan tersebut di atas ialah dengan pendidikan seumur hidup. Dengan cara ini dimungkinkan seseorang untuk :
a.    Meningkatkan produktivitasnya.
b.    Memelihara dan mengembangkan sumber daya yang dimilikinya.
c.    Memungkinkan hidup  dalam lingkungan yang sehat dan menyenangkan.
d.    Mempunyai motivasi dalam mendidik  dan mengasuh anak-anaknya secara tepat sehingga peranan pendidikan dalam keluarga sangat besar lagi penting.
3.    Tinjauan Sosiologis
       Salah satu masalah pendidikan di negara berkembang adalah pemborosan pendidikan yang disebabkan oleh sebagian orang tua kurang menyadari pentingnya pendidikan, putus sekolah, bahkan tidak sekolah sama sekali. Oleh karena pemborosan itu dapat berakibat tambahnya jumlah buta huruf, orang tua merupakan upaya pemecahannya.
4.    Tinjauan Politis
     Negara kita adalah negara demokrasi di mana seluruh warga negara wajib menyadari hak dan kewajibannya di samping memahami fungsi pemerintah. Maka tugas pendidikan seumur hidup berfungsi sebagai pendidikan kewarga-negaraan perlu diberikan kepada setiap warga negara.
5.    Tinjauan Teknologis
Dengan majunya ilmu pengetahuan dan teknologi para pemimpin, teknisi, guru dan sarjana dari  berbagai disiplin ilmu harus senantiasa menyesuaikan perkembangan ilmu dan teknologi terus menerus  untuk menambah cakrawala pengetahuannya di samping keterampilannya.
6.    Tinjauan Psikologis dan Pedagogis
Tidak ayal lagi bahwa perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi berpengaruh besar terhadap pendidikan khususnya konsep dan teknik penyampaiannya. Oleh karena perkembangan ilmu dan teknologi makin luas dan komplek maka tidak mungkin segalanya itu dapat diajarkan kepada anak di sekolah.
Maka dewasa ini tugas pendidikan formal yang utama ialah bagaimana mengajarkan cara belajar, menanamkan motivasi yang kuat kepada anak untuk belajar terus sepanjang hayatnya, memberi keterampilan kepada anak untuk secara lincah menyesuaikan diri kepada lingkungan masyarakat yang dengan cepatnya berubah-ubah. Untuk itu semua perlu diciptakan kondisi yang merupakan pengetrapan life long education.
c.    Implikasi
1.    Implikasi pada program-program pendidikan
Secara garis besar dapat dikemukakan sebagai berikut ini :
a.    Pendidikan baca tulis
Pengetahuan-pengetahuan baru dapat diperoleh terutama melalui bacaan.
Bagi anak didik secara fungsional diberikan kecakapan membaca, menulis dan berhitung.
Untuk mengembangkan kecakapan lebih lanjut terhadap apa yang telah dimilikinya diberikan/disediakan bahan bacaan.
b.    Pendidikan kejuruan
Dengan majunya teknologi dan industrialisasi maka pendidikan kejuruan itu tidak boleh dipandang sekali jadi dan selesai. Program pendidikan yang bersifat remedial dan para lulusan sekolah itu  menjadi tenaga terampil dan produktif harus terus menerus menyesuaikan kemajuan teknologi mutakhir.
c.    Pendidikan profesional
Para profesional perlu mengikuti  perubahan dan sikapnya terhadap profesinya masing-masing. Hal ini merupakan realisasi dari pada pendidikan seumur hidup.
d.    Pendidikan ke arah perubahan dan pengembangan
Dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi pengaruhnya telah menyusup dalam berbagai aspek kehidupan masyarakat. Barang-barang elektronik telah menggantikan alat-alat dapur yang tradisional bagi kalangan ibu rumah tangga (Mesin cuci listrik, kompor listrik dan lain-lain).
Hal ini asas pendidikan seumur hidup merupakan konsekuensi penting untuk mengikuti perubahan sosial dan pembangunan.
e.    Pendidikan kewarga-negaraan dan kedewasaan politik
Dalam pemerintahan dan masyarakat yang demokratis, maka kedewasaan warga negara dan para pemimpinnya dalam kehidupan negara sangat penting. Untuk itu pendidikan kewarganegaraan dan kedewasaan politik itu merupakan bagian yang penting dari pendidikan seumur hidup.
f.    Pendidikan cultural dan pengisian waktu luang
Seseorang yang disebut terpelajar (educated man) harus memahami dan menghargai nilai-nilai yang terkandung dalam sejarah, kesusastraan, pandangan hidup, kesenian dari bangsanya sendiri. Pengetahuan terhadap nilai-nilai tersebut di samping memperkaya khasanah hidupnya, juga memungkinkan untuk mengisi waktu luangnya yang lebih menyenangkan. Atas dasar itu semua maka pendidikan cultural dan pengisian waktu luang secara kontruktif merupakan bagian penting dari pada pendidikan seumur hidup.
2.    Implikasi pada sasaran pendidikan
Yang perlu memperoleh pendidikan seumur hidup, dapat diklasifikasikan dalam enam kategori, masing-masing dengan prioritas programnya, seperti berikut :
a.    Para Petani
Di negara yang sedang berkembang para petani ini merupakan golongan penduduk yang terbesar. Biasanya cara hidup mereka masih tradisional dan masih percaya kepada mitos-mitos dan lain-lain. Hal ini disebabkan oleh dasar pendidikan yang rendah, atau mungkin sama sekali tidak memperoleh pendidikan formal. Maka pendidikan yang diberikan hendaknya :
1)    Menolong meningkatkan produktivitas dengan cara mengajarkan berbagai keterampilan dan teknik bertani, yang memungkinkan meningkatkan hasil pertaniannya.
2)    Mendidik mereka agar dapat memenuhi kewajibannya sehingga mereka menyadari pentingnya pendidikan bagi anak-anak mereka.
3)    Mendidik mereka bagaimana memanfaatkan waktu luangnya dengan kegiatan yang produktif dan menyenangkan.
b.    Para remaja yang putus sekolah
Mereka keluar  dari sekolah karena berbagai sebab (bosan, kurang bakat, kurang biaya dan lain-lain). Dari mereka ini perlu diberikan pendidikan yang cultural dan kegiatan-kegiatan yang rekreatif serta pendidikan yang bersifat remedial.
c.    Para pekerja yang berketerampilan
Supaya dapat menghadapi setiap tantangan hari depan mereka, hendaknya diberikan kepada mereka program pendidikan kejuruan dan teknik, yang dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan yang telah mereka miliki.
Program pendidikan yang diberikan harus mengandung dua tujuan :
1)    Mampu menyelamatkan mereka dari bahaya ketinggalan jaman (tradisional).
2)    Membuka jalan bagi mereka untuk naik tingkat dalam rangka promosi kedudukan yang lebih baik.
d.    Para teknisi dan golongan profesional
Pada umumnya golongan ini menduduki posisi penting dalam masyarakat. Golongan ini sangat menentukan berhasil tidaknya pembangunan. Untuk selalu menambah dan memperbaharui pengetahuan  dan keterampilan maka program pendidikan seumur hidup sangat penting baginya.

e.    Para pemimpin masyarakat
Hendaknya mereka ini mampu memadukan antara pengetahuan dengan  berbagai keahlian di samping harus selalu memperbaharui sikap dan gagasannya, sesuai dengan kemajuan  dan pembangunan. Biasanya pengetahuan tersebut tidak pernah mereka peroleh di lembaga pendidikan formal.
f.    Para anggota masyarakat yang sudah tua
Karena pesatnya kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, banyak pengetahuan yang belum mereka ketahui pada waktu masih muda. Jumlah mereka makin lama makin bertambah besar, karena bertambah panjangnya usia rata-rata manusia, disebabkan oleh kesehatan mereka menjadi lebih baik.

KESIMPULAN
1.    Pendidikan seumur hidup adalah suatu asas bahwa proses pendidikan itu kontinu sejak manusia lahir sampai meninggal.
2.    Tujuan pendidikan seumur hidup adalah untuk menciptakan generasi yang siap pakai.
3.    Karakter pendidikan seumur hidup adalah selalu ingin belajar terus untuk memenuhi kebutuhannya sampai akhir hayatnya.

0 Responses

Posting Komentar