m. arif am
Drs. M. ARIF AM, M.A.
STAI Miftahul 'Ula Nglawak Kertosono
Pendidikan merupakan bagian yang tidak bisa lepas dari kehidupan manusia. Indonesia yang mempunyai masyarakat heterogen tentu menganut berbagai aliran berbeda dalam mendidik anggota keluarganya. Dan semua itu akan mempengaruhi hasilnya, yaitu si anak sebagai yang terdidik. Keluarga merupakan lingkungan pendidikan yang pertama, yang disusul oleh lingkungan dan sekolah. Masing-masing saling berkaitan. Pendidikan yang baik tentu harus mendapatkan dukungan dari orang tua, guru dan lingkungan .
m. arif am
Drs. M. ARIF AM, MA.
STAI Miftahul 'Ula Nglawak Kertosono
Pendidikan merupakan sebuah sistem yaitu komponen yang saling berhubungan secara teratur dan merupakan suatu keseluruhan, dengan tujuan untuk memberikan pelayanan pendidikan kapada yang membutuhkan.
Sistem pendidikan yang berlaku adalah pendidikan formal, non formal dan in formal, untuk itu kita harus mampu menggunakan sistem pendidikan
yang telah tersedia dengan sebaik- baiknya.
m. arif am
Drs. M. ARIF AM, MA
STAI MIFTAHUL 'ULA Nglawak Kertosono
Sejak manusia menghendaki kemajuan dalam kehidupan, sejak itulah timbul gagasan untuk melakukan pengalihan, pelestarian dan pengembangan kebudayaan melalui pendidikan (Arifin, 2006:1), oleh karena itu dalam sejarah pertembuhan masyarakat, pendidikan senantiasa jadi perhatian utama dalam rangka memajukan kehidupan generasi sejalan dengan tuntutan masyarakat.
m. arif am
Drs. M. ARIF AM, MA
STAI Miftahul 'Ula Nglawak Kertosono
Sasaran pendidikan adalah manusia. Pendidikan bermaksud membantu peserta didik menumbuh kembangkan potensi kemanusiaannya. Tugas pendidik hanya mungkin dilakukan jika pendidik memiliki gambaran yang jelas tentang siapa manusia itu sebenarnya.
Dalam kenyataannya masih banyak pendidik yang belum mengetahui gambaran tentang siapa manusia itu sebenarnya dan sifat hakikat apa saja yang dimiliki manusia yang membedakannya dengan hewan sehingga dalam melaksanakan pendidikan belum mendapatkan hasil yang memuaskan.
Melihat kenyataan inilah penulis memandang perlunya dibahas tentang manusia dan pendidikan : hakikat manusia dan pengembangannya.
m. arif am
Drs. M. ARIF AM, MA.
STAI Miftahul 'Ula Nglawak Kertosono
MOHAMMAD ARIF AM, dilahirkan pada 05 Juli 1968 di Dsn Pandanasri Ds Lambangkuning Kertosono Nganjuk Jawa Timur, dari keluarga ayah (Bpk Suyitno telah meninggal sejak penulis masih kelas 1 MAN) seorang wiraswasta dan Ibu (Ibu Siti Aminah) seorang petani.
Pada bulan Januari tahun 1999 menikah dengan salah seorang gadis bernama Nur Khotimah dan dikaruniai seorang anak perempuan bernama Vika Faiza Rahma (kls 5 SD), seorang anak laki-laki dengan nama M. Alvin Faizi ( TK kelompok A ).
m. arif am
URGENSITAS RITUAL DI PESANTREN DALAM ERA GLOBALISASI
Oleh : Drs. Mohammad Arif AM, M.A. *)
A.Pendahuluan
Pesantren merupakan sebuah institusi yang sejak dulu sangat menjunjung tinggi nilai-nilai ritual yang diajarkan oleh para Kyai-nya. Bermacam-macam ritual Islam selalu dan terus dilestarikan dari generasi ke generasi dalam pesantren. Di samping sebagai kegiatan rutin (punya nilai istiqomah), juga merupakan usaha untuk menjaga nilai bahkan amal jariyah dan ilmu-ilmu Islam yang telah ditanam para Kyai, juga merupakan penghormatan dan penghargaan terhadap generasi yang lebih dulu mengamalkan ritual amalan di pesantren tersebut. Sehingga ritual yang dilakukan di institusi pesantren sudah menjadi tradisi atau adat para santri.
m. arif am
Metode Penelitian
Penelitian merupakan usaha mencari hubungan antar variabel untuk menjelaskan suatu fenomena sosial. Di dalam menjelaskan fenomena tersebut, penelitian kualitatif selalu menekankan pada tiga aspek penting. Pertama, pada unit analisis mikro di mana satuan yang diteliti dibatasi sedemikian rupa sehingga lebih dapat dijelaskan secara terinci. Pembatasan ini memungkinkan penelitian mendapatkan hasil yang mendalam. Kedua, penelitianbersifat holistik dalam arti melihat obyek yang diteliti secara menyeluruh di dalam satu kesatuan. Suatu fenomena di sini dilihat sebagai suatu keseluruhan (wholeness) daris ebuah proses sosial budaya. Ketiga, penelitian kualitatif cenderung menekankan perbandingan sebagai salah satu kekuatan karena perbandingan ini juga yang membuat penelitian kualitatif dapat menekankan proses dan dapat menegaskan konteks sosial di mana suatu gejala itu muncul.